Nasional

Polri: Ada Keinginan Ali Kalora Menyerahkan Diri

Kepolisian RI membenarkan pimpinan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora sempat berupaya untuk menyerahkan diri kepada aparat usai menjadi buronan. Kabarnya, Ali Kalora mendapatkan tekanan dari kelompoknya agar tak menyerahkan diri. Jika menolak, kelompoknya bakal mengancam keselamatan keluarganya. "Segala kemungkinan terjadi seperti itu di sana. Ada usaha untuk menyerahkan diri, dan sebagainya. Tentunya telah didalami oleh anggota TNI dan Polri yang menggelar Ops Madago Raya disapa," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/5/2021).

Ia menyampaikan pihaknya masih berupaya untuk membasmi kelompok Ali Kalora Cs. Sebaliknya, Satgas Madago Raya tengah berupaya menyelesaikan kasus tersebut. "Yang jelas dari operasi itu diharapkan bisa selesaikan kasus MIT, kelompok Ali Kalora harus diselesaikan di daerah Poso dan sekitarnya," pungkasnya. Ali Kalora diketahui memang dikenal sebagai pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso. Sebelumnya, kelompok itu dipimpin oleh Santoso alias Abu Wardah yang meninggal dunia ditembak mati oleh Satgas Madago Raya.

Satgas Madago Raya memang sempat terlibat baku tembak dengan Kelompok Ali Kalora Cs. Akibatnya, 2 anak buah Ali Kalora Cs tewas dalam insiden baku tembak tersebut. Ketika itu, kelompok Ali Kalora Cs tengah akan mengambil makanan atau logistik dari seorang kurir di wilayah pegunungan Andole, Poso, Pesisir Utara sekitar pukul 18.20 WIB pada Senin 1 Maret 2021. Terakhir, Qatar alias Farel alias Anas dan kawan kawan yang juga merupakan anak buah Ali Kalora Cs menyerang 4 orang warga hingga tewas. Mereka adalah PP (45), LL (47), SS (70), dan MS (52)

Leave a Reply

Your email address will not be published.